R-a-w-r-!

Bonjour!

My name is Rizna al-Rizqiyya. Call me Rizna. I'm in the sixth grade now. My School? It's Ibad-ar-rahman. I was born 12 years ago.

Did u know?
I love soft-colour, green, and brown.
I love photography, that's why I like scenery.
I love music, especially piano music instrument.
and,
I love write, 'coz write makes me feel better

so, enjoy here and bonne lecture!

Regards,
Sweety girl.

(via 9reasons-to)

thtskndcool:

(via hi-heaven)

" Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ktakutan itulah yang membuat kita sulit.
Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah & jangan pernah menyerah untuk mencoba!
Maka jangan katakan: “Ya Allah, aku punya masalah besar” tapi katakanlah pada masalah: “Wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar”~ Allahu Akbar!! "

Sms dari temen..
everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

(Source: monsters-underyourbed)

Salam jumpa lagi, kawan-kawaan!

Gara-gara komputer rusak + UTS, tumblr + twitter terabaikan. Haha, bahasanya. terabaikan.

OkeLah,

Intinya aku minta maap ama fans-fansku di tumblr, karena aku udah 1 bulan lebih ga posting apa-apa.

Wassalam.

Love, 

R-i-z-n-a

(Source: polaroid-diaries, via kenzette)

Nangis

Aku: Waktu Motivation Class, kamu nangis ga?
Adik: Nggak. Kamu nangis kan?
Aku: Ya.. He-eh
Adik: Aku sebenernya nangis, tapi waktu sampe deketnya hidung, aku sedot lagi..
Aku: Yee.. emangnya ingus?

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

(Source: borntod1e)

20082011

Sory rek, baru sempet ngetik post hari ini. Hehe. 

Aku lanjutin ceritanya, ya. Cekidot!~

-

Brrr..

Bangun-bangun, lampu kamar uda nyala. Penghuni kasur-kasur juga udah bangkit. Ada yang makan jajan (wuets bangun tidur kuterus makan, heheh), baca quran, ngerjain temen yang masih tidur, dan banyaaak lagi. 

Aku, yang bangun ‘rada’ belakangan langsung nglipat selimut. Hii, badan jadi dingiiin buanget. Nah, habis nglipat selimut, ustadzah datang trus bilang, “ayo, ga pada mau shalat tahajjud ya? yang mau, ayo cepet ambil air wudhu, trus shalat. Habis itu kita sahur.” Yaudalah, karena aku biasa shalat tahajjud, aku langsung ke kamar mandi, wudhu, trus ke aula buat shalat tahajjud 4 rakaat.

Slese shalat, aku langsung lari ke ruang makan buat ambil jatah makan sahurku. Lauknya sate ayam 5 tusuk. Waktu aku liat lauknya, aku langsung kenyang. Haha. Aku ga biasa makan sahur dengan lauk sebanyak itu. Tapi daripada mubadzir, terpaksa aku makan, deh. Wareg tenan, rek. Habis itu, masih disuruh ambil susu cokelat. Wadeeh, aku langsung kabur ke kamar, ambil air putih, terus siapin peralatan mandi.

Waktu ada bel 1 kali, aku cepet2 ke kamar mandi buat gosok gigi sama wudhu. Terus ke aula buat shalat shubuh. Nah, setelah shalat shubuh, ada kultum dari ustadzah Lies. Ya aku dengerin aja daripada ngobrol ga keruan.

Nah, kultumnya uda slese tuh, sekarang waktunyaa… TUKAR BINGKISAN!

Waktu tukar bingkisan ini, intinya disuruh ambil bingkisan yg udah dipersiapkan dari rumah, trus digeser-geser gitu deh. Nah, disini aku dapet buku tulis 2 sama pensil. Alhamdulillah. 

Tukar bingkisan slese. Mandi deh. Mandinya tetep di rumah ustadz yang kemarin. Antre lagi. Tapi alhamdulillah, barangku gaada yang ketinggalan. Habis mandi, aku jalan ke sekolah sambil bagiin kupon sembako ke tetangga sekolah. Abis itu beres-beres alias packing di kamar. Sambil nunggu anak sholih dateng dan acara santunan anak yatim dimulai, aku jalan2 keliling aula.

-

Akhirnya, para anak yatim, piatu, dan fakir miskin sudah datang semua. Anak sholih juga udah pada nongol di aula. Yaudah, acara dimulai. Inti acaranya tuh, anak2 yatim, piatu, dan fakir miskin dipanggil satu-satu kedepan, trus dikasih bingkisan.

Aku sendiri ga terlalu merhatiin acara ini, soalnya aku duduk di belakang. Aku en temen2 kelas 6 malah ngerjain adek kelas /jangan ditiru/. Ada yang ditali kerudungnya, dan banyak lagi. Kelas 6 tahun ini emang usil-usil, tapi baik hati dan tidak sombong-__-  

Udah ya part yang ini. Aku males nyeritain. Lanjut aza ya.

-

Motivation Class. Bersama Kak Acun.

Aku ngerasa acara yang terakhir ini ga seru-seru amat. Dan untung, kelas 6 sholihah disuruh duduk di belakang. Aku aja merhatiin sambil tiduran. Heheh.

Pertama-tama, kak Acun itu mengenalkan dirinya. Trus seingatku, beliau cerita tentang semangat anak Indonesia. Habis itu, nyetel pilem, deh. Untung gambar pilemnya jelas. Tapi aku gangerti ceritanya. Yaudah, pokonya liat ke depan, pura-pura tau. -,-

Mulai masuk ke materi. Judulnya Keajaiban Adzan. 

Adzan di dunia ini saling bersahut-sahutan. Mulai dari belahan dunia di timur sampai belahan dunia bagian barat itu adzannya nyambung terus. Kata beliau, kalau adzan itu sampai tidak nyambung (maksudnya salah satu bagian ga ada yang adzan) bumi akan hancur. Aku ya he-eh he-eh aja.

Materi kedua, diputarkan lagi film. Tentang tanda-tanda kiamat. Aku udah lupa-lupa ingat filmnya kaya gimana. Jangan paksa aku untuk menceritakan filmnya. Di materi kedua ini, aku udah mulai merhatiin bener-bener. Maksudku bener-bener merhatiin. Ya aku liat filmya dengan jantung yang deg-deg-an. Aku ngebayangin kalau beberapa menit lagi.. Ah. Jangan sampai terjadi.

Nah, aku yang lagi bener-bener merhatiin kaget ketika filmnya tiba-tiba diberhentikan. Tiba-tiba Kak Acun menyuruh semua siswa di aula untuk memejamkan mata. Aku ya nurut aja. Mungkin ini bagian dari materi, pikirku.

Tapi..

Tiba-tiba Kak Acun bilang gini :

Anak-anakku, yang saya cintai

Apa perasaan kalian setelah menonton film tadi? Sedihkah? Atau kalian malah ingin tertawa?

Bagi yang ingin tertawa, silakan tertawa. Mereka-mereka yang tertawa berarti ingin kiamat akan segera datang..

Deg.

Sekarang, bayangkanlah kedua orang tua kalian

Apakah kalian masih ingin tertawa?

Apakah kalian mau, nanti ketika sampai dirumah kalian sudah tidak bisa melihat orang tua kalian lagi?

Air mataku udah keluar.

Nak, orang tua kalian telah membesarkan kalian dengan sepenuh hati

Tanpa rasa lelah dan letih

Tapi, mengapa kalian membalas semua jerih payah orangtuamu dengan bentakan-bentakan kasar?

Mengapa?

….

Ibumu nak.. Sekarang bayangkanlah ibumu

Beliau telah membawamu kemana-mana ketika kau masih dalam kandungan..

Sembilan bulan, nak, itu bukan waktu yang singkat..

Beliau juga telah mengorbankan nyawanya, demi melihatmu lahir ke dunia ini..

Nyawa, nak, nyawa taruhannya..

Beliau telah menyempatkan waktunya untuk bertemu kamu disela-sela waktu sibuknya..

Demi kamu, nak.. Demi melihatmu tumbuh besar..

Tapi, mengapa kalian masih membentaknya? Apakah kalian tidak kasihan?

… 

Ayahmu, nak, sekarang bayangkanlah ayahmu..

Beliau telah rela menguras keringatnya, agar kau bisa makan..

Agar kau bisa sekolah..

Agar kau bisa punya baju, seperti anak-anak lain..

Beliau rela, beliau rela, demi kau..

Tapi mengapa kau masih membentaknya? Apakah kau tidak kasihan?

Sekarang, bayangkanlah nanti pada saat kau sampai di rumah, ibumu telah tiada..

Apa perasaanmu, nak?

Apakah kau masih bisa tertawa seperti sekarang ini?

Bayangkanlah lagi, ketika nanti sampai di rumah ayahmu jatuh sakit

Apakah kau masih ingin membentaknya?

Apakah kalian mau kejadian seperti itu benar-benar terjadi?

Kalian mau?

Mau?

Kalau kalian tidak mau, sekarang doakanlah orang tua kalian

Doakanlah, nak..

Doakan agar orang tua kalian..

Rabighfirlii waliwali daiya warhamhuma kama rabbayani shaghiraa..

Ya Allah, air mata anak2 ini sudah menjadi bukti

Bahwa dia menyesali perbuatannya..

Maka maafkanlah dia, ya Allah

Berikanlah anak2 ini kesempatan untuk bertemu orang tua mereka, dan meminta maaf..

Ruangan ini akan menjadi saksi penyesalannya.

Kerudungku udah basah semua. 

Di sekelilingku, kelas 6 sholihah udah pada berpelukan, nangis, sambil minta maaf. Aku sendiri langsung ikut. 

Setelah itu, anak-anak kelas 5 & 6 disuruh mengambil kertas, lalu menuliskan segala penyesalannya. Tapi harus jujur.

Penyesalanku ga usah aku tulis, ya. 

Terus, semua pada salam-salaman sama ustadzah-ustadzah. Ustadznya juga.

Pondok Ramadhan, Santunan Anak Yatim, dan Motivation Class sudah berakhir. Aku menarik kata-kataku yang kemarin, bahwa pondok ramadhan kali ini tidak berkesan.

-

Udah, ya. Aku jadi kepengen nangis lagi kalo inget2 itu.

Salam,

Rizna. 

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

(Source: 1thing-2do-3words-4you)

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

(Source: anthonyyyy)